| | Ini adalah sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar, berasa sakit hati, tapi tanpa berkata apa-apa pun, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU. Mereka terus berjalan, sampai menemui sebuah oasis, di mana mereka membuat keputusan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, "Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu ?" Temannya sambil tersenyum menjawab, "Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang menghembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak hilang ditiup angn Moral: Dalam hidup ini sering timbul berbeza pendapat dan konflik kerana sudut pandangan yang berbeza. Oleh sebab itu, cubalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Belajarlah menulis di atas pasir. |
Friday, January 1, 2010
:: kemaafan dan terima kasih ::
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment